Tuesday, February 6, 2024

SAHABAT masa masa Remaja

 

Saat terindah masa masa remaja ku lalui bersama kawan dan sahabat ku, 

Bercanda nongkrong di warung kopi hingga mencari jati diri,

Keluar keliling kota larut malam bersama kuda kuda besi, ku lalui larut malam ku hingga dini hari fajar pagi menyapa kita.


Tak ada pikiran tentang esok atau masa depan seperti apa,

Yang kita tahu hanyalah bekerja di siang hari dan malam hari nya kita berkumpul bersama, Bercengkrama bercanda sambil menikmati kopi hitam hangat di cangkir kaca.







Saat ini kita semua telah dewasa dan tua, berumah tangga dan tinggal di kota kota yang berbeda,

Semoga kita semua sehat selamanya dan suatu hari nanti kita dapat bersua, Saling melepas rindu, Seperti saat saat dulu kita tak ada batas tuk berjumpa.


Monday, February 20, 2023

Sabda Alam Garut

Saat liburan akhir tahun kemarin, Tepatnya di akhir tahun 2022 Saya di ajak jalan jalan bersama keluarga ke kota garut jawabarat, di kota yang terkenal akan tempat wisatanya yang indah dan udaranya yang sejuk, Tak lupa juga dengan oleh oleh ciri khasnya yaitu dodol garut, Jaket kulit, dan masih banyak lagi tentunya.







Kali ini saya liburan di tempat wisata di sabda alam, Kolam renang keluarga dengan air nya yang hangat hangat kuku dan wahana untuk keluarga yang ramah dan aman untuk anak anak.




Ini suasana luar di pemandian atau kolam renang sabda alam





Sangat bagus dengan pemandangan gunung nan hijau di selimuti kabut




Ini di kolam ombak atau wahana ombak yang selalu ramai dan seru menguji adrenalin kita







Sunday, December 4, 2022

Story Of My Life 1

 












In the city of Surabaya I was born. Until he was six years old. From the age of six I was taken to the village with my grandmother and grandfather there .. Until one day I started attending elementary school and until junior high school.   My life every day playing in the sea and swimming to fish. When I was growing up in first grade junior high school I always wanted to go with my mother and father in the city.   My wish was not fulfilled until my father passed away. Until finally my first grade junior high school desperate to go to the city with my mother. But my mother hit me and said, have you followed my grandmother here in the village. I cringed when my mother left my helper in the harbor. I'm still crying and I want to scream but whatever my power at that time was still small and did not dare to fight with parents.   Until finally I was silent and told my grandmother to ask for money for snacks. He was given two thousand rupiahs of money at that time. I said goodbye playing to my grandmother .. but I and my intention to follow my mother in the city of Surabaya only armed with two thousand rupiah. I ran to the rice fields and ponds to cut the road to quickly reach the harbor.   When I arrived at the port at the end of Kamal I ran and chased the empty sand truck, I climbed in and into the truck. Get stuck so that officers don't get caught if I don't buy a ticket and don't have money. My head occasionally peeked up at the air until what has not been to the Surabaya silver port. And half an hour later the ferry ships leaned in the harbor and I went out to continue my journey to my mother's house.

Wednesday, July 13, 2022

HIDUP DI DESA

 

cakrony



Di desa saat ada hajatan semua orang kampung membantu saling gotong royong menyiapkan keperluan tanpa pamrih.


Para laki laki menyiapkan keperluan di depan, Seperti tenda, Kursi, Panggung, Sound sistem, Wedang/Minuman kopi dan teh.


Sedangkan para perempuan menyiapkan masakan, Ada yang belanja ke pasar, Memasak, Cuci piring dan lain lain.


Hidup di desa adem tentrem jarang pegang handphone dan mengutamakan saling ngobrol/Cangkrukan.



cakrony


Suasana yang sejuk penuh dengan pepohonan, Sawah dan tanah lapang.


Masih di acara hajatan pernikahan, Semua warga pada sibuk membantu yang punya rumah silih berganti orang orang berjalan dan minum kopi sambil merokok menikmati campur sari yang suara sinden nya membuat badan ingin berjoget!! Hihihihi






Dari pagi hingga larut malam para warga bekerja tanpa rasa lelah membereskan semua peralatan yang di pakai hajatan, Dan setelah semua selesai pekerjaan para warga duduk ngopi saling ngobrol dan bercanda.


Hidup di desa seakan lupa duniawi dan hidup adem ayem.


Wednesday, July 6, 2022

CERITA HIDUP

 



Ujian Hidup bermacam macam variasinya yang kita hadapi, Ada yang ringan ada yang setengah ringan dan ada pula yang berat dan berat banget!! 


Disaat kita menerima ujian hidup harus dengan berfikiran jernih dan santuy, Jangan di buat berat dan beban.

Angap aja ujian hidup ini sebagai bumbu bumbu penyedap di dalam kehidupan ini.


Seperti pengalaman yang saya alami, Cobaan hidup silih berganti di setiap tahunnya dan bervariasi rasanya seperti nano nano, Hehehee


Waktu ada ujian hidup masalah ekonomi dan lain sebagainya saya selalu positiv thingking bisa melaluinya dan menyelesaikannya dengan cara yang pelan namun indah pada waktunya untuk kehidupan kita.


Pernah suatu hari pada beberapa tahun yang lalu, Saya di tinggal meninggal ibu ku setelah beberapa hari sakit dan waktu itu aku merasa orang tersedih di dunia.


Setelah beberapa hari ibu ku meninggal aku terbiasa sendirian dan merawat adik adik ku, Bekerja pagi siang hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan hidup di rumah dan modal untuk toko ku.


Berminggu minggu, Bulan dan bertahun tahun aku lalui hidup tanpa kedua orang tua, Bapak meninggal pada aku masih sekolah smp dan ibu uda sepuluh tahun ini.


Bekerja dari pagi hinggal larut malam tidak pernah menggeluh dengan keadaan dan selalu optimis bisa menjadi orang yang sukses dan berkecukupan.


Jam lima pagi ngojek anter anak sekolah dan orang kerja, Jam delapan pagi berangkat kerja nguli bangunan hingga saore hari, Jam empat sore pulang dari kerja di bangunan, Langsung berangkat jemput langanan ojek di kantor dan pulang ke rumah buka toko hingga larut malam, Begitulah aku setiap hari bekerja hingga ngumpulin uang buat modal nikah dan merantau di kota lain. 

Ini hanya masih sepenggal kisah hidup ku.



Wednesday, May 4, 2022

SI MAMAT




Tukang ojek.

Pada suatu hari si mamat berjalan kaki dari toko ke pasar, Jaraknya lumayan jauh.

Pada saat si mamat berjalan kaki di dalam pikiran si mamat ingin punya sepeda motor biar kemana mana nga repot dan nga capek.

Si mamat terus berjalan sambil melihat lihat kendaraan yang lewat di depanya sambil berkata di dalam hati, Suatu saat saya ingin punya sepeda motor.

Si mamat telah sampai pasar dan belanja keperluan untuk tokonya.

Selang beberapa minggu si mamat di tawarin tetangganya motor baru yang turun dari mobil dealer, Si mamat terkejut!! Antara senang dan bertanya tanya.

Lalu si mamat bertanya kepada tetangganya, Teteh.. Ini motor maksudnya bagaimana?

Lalu teteh menjawab, Ini gini mas, Saya ambil motor tapi anak ku nga suka modelnya, Kalo mas mau mas ambil motornya dan cicil sama mas, Masalah uang muka gampang.

Senangnya hati si mamat akhirnya punya motor baru gress dari toko 😁 

Lalu di bawalah pulang motor barunya dan dia tinggal mumet memikirkan cicilannya tiap bulan 🤦😂

Besok paginya si mamat lebih semangat berangkat ke toko dengan motor barunya dan sambil berpikir cari kerja tambahan buat membayar tiap bulan.

Hari demi hari mamat lalui, Beberapa hari kemudian ada ibu ibu datang ke toko si mamat mencari tukang ojek yang bisa antar jemput anaknya kesekolah setiap hari senin sampai jumat.

Si mamat lalu menjawab,, Saya bisa bu dan si ibu ibu itu pun senang karena si mamat yang jadi tukang ojeknya, Ibu itu berkata ya uda hari senin mas mamat mulai anter anak ku kesekolah, Berangkat jam 05:30 pagi  pulang jam 13:30, Berangkat lebih pagi karena kondisi macet dan jauh di tengah kota.

Singkat cerita si mamat mulai rutinitas ngojek, Selesai sholat subuh dia berangkat stanby di depan rumah yang mau di antarkan ke sekolah, Dengan semangat si mamat tanpa ada rasa lelah dari pagi hingga larut malam, Antar jemput pulang sekolah dan nganter Les bahasa inggris di sore harinya, Jemput ojekan pulang Les jam sembilan malam.

Hari demi hari di lalui dari satu castamer ojekan hingga bertambah ada empat orang langganan, Ada anak sekolah sd smp sma dan orang yang uda kerja.

Dari ojekan yang enak adalah orang yang uda kerja, Kadang ngasihnya lebih meskipun di suruh apa aja si mamat mau tanpa bilang tidak. 

Mamat selalu nerimo ingpandum, Nga pernah ngeluh dan kalo di suruh nyari alamat baru nganterin barang selalu ketemu, Pada akhirnya castamer suka dengan cara kerjanya yang rajin dan cekatan.

Si mamat anak perantauan yang pantang menyerah!



Monday, May 2, 2022

LEBARAN TAHUN 2022







Suasana Lebaran hari pertama di kota terasa sepi dan jalanan lenggang dari kemacetan yang biasanya selalu ramai dari kendaraan bermotor.


Aku masih di sini di kota ini sudah hampir lima tahun lebih mencari rejeki dan membangun rumah tangga yang bahagia di sini.


Ingin rasanya pulang ke kampung halaman tapi siapa yang aku tuju? Kedua orang tua sudah tidak ada (meninggal dunia) tetapi suatu saat nanti aku ingin pulang sekedar silaturahmi dengan keluarga dari bapak dan keluarga dari ibu, Tentu nya juga bertemu dengan adik adik ku di sana.


Hati yang sepi ingin menanggis di pangkuan bapak ibu ku, Sungkem meminta maaf seperti anak anak yang lainnya. 


Alhamdulilah di sini ada istri ku tercinta yang selalu setia menemani ku di saat aku susah dan senang.


Naik motor butut kemana mana sering juga kehabisan bensin dalam perjalanan karena sepidometernya rusak dan beli bensin pun jarang jarang 😅 kalo ada uang lebih baru beli agak banyak.


Sabar ya dik, Suatu saat nanti kita akan berKecukupan, Hidup lebih enak dan lebih baik lagi.


LEBARAN DI PERANTAUAN



Hari minggu malam yang meriah terdengar di seluruh penjuru speaker mesjid dan dari rumah rumah warga, Suara gema Takbir  berkumandang. 


Allāhu akbar.. Allāhu akbar.. Allāhu akbar..


La ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar walillāhil-hamd. (3 kali)


Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsīrā, wasubhānallāhi bukratawwa ashīllā.


La ilaha illallahu wala na’budu illa iyyah, mukhlishina lahuddin, walaw karihal-kafirun,


La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal-ahzāba wahdah.


La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil-hamd.


Hati ini terasa sedih ingin pulang kampung tapi siapa yang saya tuju bapak ibu telah tiada dan aku di perantauan selama lima tahun belum pulang kampung semenjak menikah dan hingga ada pandemi corona 19 melanda dunia.


Tapi saya selalu bahagia bersama istri ku dan keluarga kecil ku yang ceria nan selalu bahagia.



Wednesday, April 27, 2022

kaleng khong guan isi rengginang

 




Saat saat menjelang hari raya idul fitri jalanan kota sudah mulai agak sepi yang di tinggalkan para perantau pulang ke kampung halaman setelah dua tahun tidak bisa pulang kampung/mudik karena pandemi. 


Mereka sudah rindu berat seperti beratnya hati ku jauh dari mu!! Hehehe


Jalan raya pusat pusat kota yang biasanya selalu ramai di saat jam kerja dan hari libur, kini sepi dan lenggang seperti hatinya si jomblo 😁


Taman kota, Alun alun dan pusat perbelanjaan di serbu masyarakat kota yang butuh hiburan, Baju lebaran dan sembako untuk menjamu tamu berkunjung di rumah di saat hari raya idul fitri nanti.


Tetapi bagi si Mamat yang penting bisa kumpul bersama keluarga lebih indah, Tak perlu baju baru dan makanan yang serba ada, Cukup dengan berkunjung ke rumah rumah tetangga sambil membawa kantong keresek di saku nya 😂 

Siap menampung Astor coklat, Biscuit khongguan dan makanan yang ada di meja! Hihihihii 


Mamat oohh si Mamat!! 


Monday, April 25, 2022

WISATA BATU TEMPLEK

Wisata Batu Templek di Kota Bandung






Wisata Batu Templek yang bertempat di kota bandung jawabarat, Lebih tepatnya di 4MGM+3RV, Kp.Sentakdulang, Cikored, Mekarmanik, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40196






Untuk menuju tempat wisata batu templek dari arah cicahem kita harus menaiki dan menuruni jalanan yang berliku, Dari jalan tanjakan hingga jalan turunan berliku, Tetapi terbayarkan dengan pemandangan yang hijau sejuk dan tentram jauh dari keramaian kota bandung yang padat merayap.




Tempat yang asyik buat liburan bersama keluarga, Pacar dan Kawan kawan.

Cuacanya agak sedikit panas karena matahari yang terik tapi udaranya sejuk karena banyak pepohonan nan hijau dan segarnya air yang turun dari atas bukit batu templek.





Saturday, April 2, 2022

MENIKAH

 

MENIKAH

Di saat aku merantau di kota yang baru dan memulai kehidupan berRumah tangga, Membangun kehidupan yang bahagia bersama keluarga baru ku tercinta.

Awal aku merantau di kota  ini pada bulan november tahun 2016 hingga saat ini, Aku menikah dan harus di tanggal yang di tentukan calon mertua ku, Pada saat itu aku tidak mempunyai bekal atau uang yang cukup untuk menikah, tapi apalah daya calon mertua tidak mau di tawar lagi :D

Alhasil aku bekerja lebih giat lagi dari subuh hingga gelap malam, jam 5:30 pagi aku berangkat ngojek, jam 07:00 aku kerja nguli bangunan dan sore hari jam 16:00 aku jemput ojekan, jam 17:00 aku toko hingga larut malam.

Tepat pada hari H aku kekurangan modal buat menikah dan alhasil aku jual motor yang baru lunas cicilan nya.

Berangkatlah aku ke kota calon istri ku sendirian tanpa ada keDua orang tua, Bapak dan Ibu ku telah lama meninggal.











Sedih campur Bahagia, Sedih karena tak ada orang tua yang mendampingi ku dan waktu almarhum ibu masih hidup ingin menyaksikan anak anaknya menikah, Bahagia karena aku menikah dan berRumah tangga seperti apa yang di harapkan almarhum ibu ku.

Hingga saat ini aku masih di sini di kota ini mencari rejeki dan menjalani kehidupan baru.

Tuesday, March 29, 2022

MATAHARI TENGGELAM DI LAUTAN

Matahari Tenggelam

Saat saya Melakukan Perjalanan dari Kota Besar Surabaya Menuju ke Pulau Madura, Mengendarai Motor Melewati Jalan Besar dan Gang gang Kecil Agar Cepat Sampai dan Menghindari Macet di Saat Liburan, Melewati Perkampungan di Kota Besar yang Bersih dan Tertata Rapi Trotoar Bersih tak ada Gerobak Pkl dan Parkir Kendaraan yang Semrawut di Sini.

Hingga Saya Sampai di Pelabuhan Perak Surabaya, Memasuki Loket dan Membeli Tiket/Karcis Buat Naik Kapal Feri.

Antri Berjejer Mobil dan Motor dan Para Pejalan Kaki Mengantri Memasuki Kapal Feri .

Sesampainya di Dalam Kapal Feri Saya Mencari Tempat yang Nyaman untuk Istirahat Melepaskan Penat Memandangi Lautan dan Cahaya Matahari yang Mulai Redup Tenggelam Serasa Tenggelamnya di Dasar Lautan Yang Biru.












Cahaya Matahari Sore hari Berwarna Kuning Merah dan Agak Sedikit Putih,, Indah di pandang sambil ku minum secangkir kopi Hitam yang Tadi Aku Beli di Pedagang yang Menjajahkan di Dalam Kapal. 
Indah nya Sore ini Terasa otak dan Pikiran yang Seharian atau Bahkan Sebulan Sibuk Dengan Aktifitas Bekerja Menjadi Fresh Memandang Depur Ombak Air Laut dan Matahari Tenggelam Sore ini.

Friday, March 25, 2022

Wirausaha





Dunia Wirausaha banyak cerita dan lika liku nya, Dari yang pahit hingga yang manis. 

wirausaha membuka gerai makanan, toko sembako, dan masih banyak yang lainnya. Terkadang kendal ekonomi untuk permodalan dan ada yang punya modal tapi tekat nya Kurang Bulat,, di goreng dadakan 😁


mempunyai usaha buka toko sendiri banyak kisah dan cerita dari pembeli/pelanggan, ada yang enak beli cash dan ada yang tidak enak jika ada yang hutang 🤦 semuanya telah aku rasakan, dari yang pura pura lupa bawa uang, ada juga yang pura pura uang nya kurang, dan ada pula yang sengaja ngutang tanpa malu dengan alasan belum gajian, nanti awal bulan atau nanti hari sabtu saya bayar. Tidak tau nya mereka kabur entah ke mana 🤣 


di dunia wirausaha kita harus kuat iman dan istiqomah agar usaha/daganggan kita tetap buka dan awet berjualan, urusan modal bisa di cari sambil bekerja yang lainnya.


itu dulu tulisan ku,, masih banyak lagi tentang tulisan ini, nanti saya sambung lagi. saya mau ngopi☕ dulu‼️


Saturday, March 19, 2022

Tahun 2015

 Perjalanan

Waktu itu, Pada tahun 2015 saat saat susah perEkonomian melanda usaha ku dan membuat ku harus bertekat merantau ke Jakarta.









Tepatnya di Hari Rabu Menjelang Ashar Saya Berangkat Dari Rumah menuju ke Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Masuk Stasiun Dengan Perasaan Hati yang sedih tapi tidak Membuat ku Menjadi Layu.

Semangat ku Untuk Memperbaiki Ekonomi Untuk Keluarga dan Usaha ku Kelak nanti.

Kereta mulai Berbunyi dan Ku mencari gerbong Nomer Empat yang Tiket nya Telah aku beli, Duduk di Bangku Sambil Menghela Nafas Menjadikan ini Sebagai Pelajaran dan Pengalaman Hidup yang tak Pernah Terlupakan.


Kereta Api Sudah Mulai Berangkat Meninggalkan Kota Kelahiran ku yang Penuh Dengan Kenangan, Merantau Beberapa Bulan Untuk Mencari Rejeki yang Lebih Baik di Ibu Kota Jakarta.


Aku Habiskan Detik demi Detik Duduk di Bangku Kereta Api, Dengan Hati Bergejolak Bahwa Saya Bisa Terlepas dan Teratasi Semua Masalah Hidup ini Dengan Indah.


Mata Begitu Berat Terasa Ngantuk dan Capek Badan Memikul Beban Hidup yang Aku Alami, Karena Tak ada KeDua Orang Tua yang Aku Peluk Saat ini, Bapak Ibu Semoga Sampean Berdua Bahagia di Alam Sana, Kami Anak Anak mu Selalu BerDoa dan Pantang Menyerah Mengarungi Keras dan Indahnya Hidup. 


Saturday, May 2, 2020

Secangkir Kopi Hitam





Saat kita masih kecil "jaman dahulu" Bersama kawan kawan.

Bermain di alang alang samping sekolahan kadang juga bermain di area kampus di dekat rumah.

Memanjat pohon keres dan memetik buahnya untuk di kumpulkan lalu kita bawa ke area perkemahan di semak belukar alang alang.

Kenakalan kami juga terkadang melewati batas! Tapi kita dulu masih kecil belum punya rasa takut atau rasa bersalah.

Masa kecil dulu terasa bahagia dan ceria karena belum memikirkan beban hidup seperti saat ini, Saat kita sudah tumbuh dewasa dan tau akan permasalahan dan cobaan hidup.

Masa kecil dulu yang kita tahu pagi berangkat ke sekolah, Sepulang sekolah kita bermain bersama kawan kawan.

Pulang ke rumah jam makan siang dan terkadang berangkat bermain lagi hingga sore hari menjelang magrib.

Bermain kelereng, Lempar gelang karet, Berenang di sawah dan masih banyak lagi.

Sekarang kita semua sudah tumbuh dewasa dan ada juga yang sudah menikah tinggal di kota yang berbeda beda, Jauh di perantauan dan ada juga yang masih di kota yang sama seperti dulu.

Kawan ku.. Semoga kita semua sehat selalu dan di pertemukan, Ngobrol bercanda melepas rindu sambil menikmati secangkir kopi hitam.


Friday, May 1, 2020

Perempatan Terminal Tahun 1998


Ini cerita di masa lalu tahun 1998 di dunia antah berantah.




Pada suatu malam yang ramai di perempatan jalan raya sebelah terminal, Terdapatlah sebuah lampu rambu rambu lalu lintas, Atau lampu merah di samping kiri terminal.

Berjalanlah dari arah utara empat orang pemuda dengan membawa gitar dan kecrekan alat buat mencari uang, Ngamen di lampu merah.

Empat pemuda ini baru menginjak kan kaki nya di area tersebut, Di sebuah kawasan yang rawan akan preman dan kekuasaan jalanan.

Empat pemuda ini mulai mengamen di lampu merah sisi kiri terminal, Beberapa hari mereka ngamen di situ aman dan baik baik saja.

Pada esok malam nya datanglah segerombolan pemuda dari kampung sekitar, Yang ingin merebut kawasan lampu merah daerah terminal.

Terjadilah perdebatan yang ujung ujungnya baku hantam berkelahi, Antara empat pemuda pengamen dan segerombolan orang orang yang ingin merebut kawasan itu.

Ada yang membawa balok kayu, Ada juga yang membawa senjata tajam, Empat pemuda pengamen ini tidak gentar melawan mereka, Meskipun dengan kosong dan senjatanya hanya gitar yang ada di tangannya.

Bak buk bik bug.. Terjadilah pertarungan sengit di antara mereka! Dan segerombolan orang orang itu pada kabur berlarian dan terjatuh meninggalkan kawasan lampu merah terminal.

Pada akhirnya para pengamen ini mampu melawan mereka dan mempertahan kan area lampu merah terminal.

Empat pemuda ini lalu beraktifitas kembali melanjutkan bernyanyi di setiap mobil yang berhenti di lampu merah.

Siap menerima apa pun resiko dan masalahnya, Jika ada yang mengusik area mereka mencari nafkah di lampu merah terminal.

Thursday, April 30, 2020

PERKELAHIAN



Pada suatu malam selepas magrib, Terjadilah perkelahian di kampung bojong kenyot!

Di dalam cerita dan tulisan ini kejadian nyata, Nama orang dan nama kampung di samarkan!





Si udin duduk bersama kawan kawannya duduk santai bercanda di warung kopi.

Tiba tiba datanglah segerombolan orang orang empat sepeda motor, Kurang lebih delapan orang turun dari motor.

Menghampiri si udin di warung, Tanpa basa basi langsung menghajar si udin.

Si udin yang tak tau apa apa binggung dan ingin bicara ada apa kok mukulin saya, Mereka tidak mengasih kesempatan untuk bicara, Mereka terus memukuli membabi buta.

Terdengarlah keramaian itu di telinga si Ujang kakanya si udin.

Ujang bergegas menghampiri adiknya dan bertanya kepada orang orang itu, Ujang bertanya baik baik tapi malah mereka bilang tidak usah ikut campur.

Orang orang itu bilang katanya si udin ngambil motor anaknya di suatu daerah.

Ujang yang tak tega melihat udin di pukuli meminta menghentikan pukulan yang di hantam kan ke udin.

Tapi mereka semua tak menghiraukan permintaan si ujang.

Ujang pun marah melawan mereka dengan tangan kosong, Orang orang itu membawa senjata tajam tapi si ujang tidak gentar.

Ujang di pukul dengan berutal sama mereka! Ujang pun melawannya dengan tangan kosong dan membalas mereka dengan tendangan dan pukulan dari ujang.

Mereka mengeroyok si ujang dua orang memegangi tangan si ujang dan yang satu orang lagi memukul perut si ujang.

Ujang menahan perutnya dari pukulan itu, Tersungkurlah ujang di aspal.

Orang orang kampung hanya melihat saja tak ada yang berani membantu atau melerai perkelahian di malam itu.

Si ujang teriak dan berkata kepada masyarakat dan teman nya, Nyali kalian semua gocik/cemen dan tega nga ada yang membantu aku dan adik ku.

Setelah bak bik buk baku hantam, Lalu datanglah pak rt dan melerai perkelahian di malam itu.

Lalu kami semua di bawa ke rumah pak rt dan pak rt bertanya duduk masalah sebenarnya? Tapi mereka selalu berargumen bahwa motor anaknya di rampas si udin.

Dan si udin yang tidak bersalah pun juga bilang saya tidak pernah ngambil motor dan pada hari itu juga saya di rumah.

Lalu kita semua di bawa ke polsek agar lebih jelas masalahnya apa dan siapa yang salah.

Sesampainya kita semua di polsek dan si ujang dan si udin di temani pak rt di kampungnya.

Di intrograsi lah kita semua para tersangka dan si korban, Tentunya korban di dalam peristiwa ini adalah si udin dan si ujang.

Pak polisi bertanya kepada si tersangka, Apa benar yang merampas motor mu si udin? Dan bagaimana ciri ciri orang yang merampas motor mu?

Jawaban dari si tersangka membuat pak polisi dan orang orang di dalam kantor itu tertawa.

Kata si tersangka yang mengambil motornya rambutnya gondrong/panjang, Kalo rambut panjang di sini juga banyak kata pak polisi.

Lalu di panggillah ada empat orang yang berambut gondrong/panjang di polsek itu, Pak polisi bilang ke tersangka, Ini ada empat orang yang berambut panjang kamu pilih yang mana?

Dan pada akhirnya mereka para tersangka mengaku memang salah orang dan meminta maaf ke pada si udin.

Si udin yang tidak terima di pukulin hingga kepalanya berdarah dan lebam menantang si tersangka berduel jangan maen keroyokan.

Si tersangka ciut nyalainya tidak berani berduel sama si udin, Dan hanya berkata maaf dan maaf dari mulutnya.

Dan di dalam kantor polisi itu para tersangka meminta damai saja.

Dan kita si udin si ujang dan pak rt semua warga yang ikut di polsek ambil keputusan untuk menuntut para tersangka dengan uang dan kurungan penjara yang sesuai hukum negara.

Lalu si udin dan si ujang berangkat ronsen  dan visum ke rumah sakit atas perintah pak polisi, Agar ada bukti yang lebih kuat untuk menuntut para tersangka.

Dan singkat cerita para tersangka di tahan di polsek tapi nga tau berapa lama? Karena kita semua pulang setelah selesai semuanya.

Pagi hari pun datang, Si udin dan ujang bangun tidur, Si udin bengkak di kepala dan wajah, Dan si ujang tangan kanan nya bengkak segedeh gajah! Karena di buat menangkis besi yang di pukulkan ke arah si ujang malam itu.

Wednesday, April 29, 2020

Sebut Saja Namanya MAWAR







Pada suatu ketika di tahun 2012 si jomblo menginginkan seorang pacar yang selama ini dia inginkan.

Pada suatu hari si jomblo online di sosial media, Dia yang suka bercanda kecantol hatinya kepada seseorang yang ada di dalam postingannya dan saling membalas komentar.

Lanjutlah mereka di pesan pribadi saling bertanya kabar dan asli dari daerah mana? Waktu dan hari pun telah mereka lalui dengan saling menyapa di dunia maya.

Pada akhirnya mereka bertukar nomer handphone dan janjian, Kopi darat di dunia nyata.

Pergilah si jomblo ke kota pujaan hatinya, Sebut saja namanya si mawar.

Semalaman si jomblo menempuh perjalanan ke luar kota, Berharap bahagia karena sekarang sudah mempunyai seorang kekasih.

Jam 5 subuh kereta api pun tiba di kota si mawar, Si jomblo menelfon dan memberi kabar bahwa dia telah sampai di stasiun kereta.

Si mawar pun berangkat mengunakan sepeda motor untuk menjemput si jomblo di stasiun kereta.

Bertemulah mereka berdua bersalaman memperkenalkan diri dan tanya kabar.

Berangkatlah mereka berdua mengunakan sepeda motor untuk jalan jalan di ajak keliling kotanya si mawar.

Si jomblo pun berbicara kepada pujaan hati nya bahwa dia ingin berkenalan dengan orang tua nya.

Tapi pujaan hatinya ini selalu bilang ke si jomblo, Bahwa rumahnya jelek dan jauh dari kota.

Pada akhirnya si jomblo kecewa karena pujaan hatinya tidak serius mencintainya dan hanya main main saja.

Si jomblo hanya di ajak kesana kemari, Keliling kota dan tempat pariwisata.

Perjalanan yang dia tempuh merasa sia sia karena si mawar tidak mau memperkenalkan orang tua nya kepada si jomblo.

Esok pagi nya si jomblo pulang, Berharap kenangan di kota si mawar lekas hilang, Dari ingatannya.



Corona dan Dampak Ekonomi Dunia





Setiap hari hidup ini serasa di kejar kejar oleh harapan.

Harapan untuk mencapai apa yang kita inginkan! Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar semua tagihan yang selama ini ada di dalam benak kita.

Karena virus corona orderan ojek sepi anak sekolah pada libur dan para pekerja kena juga dampaknya di phk, Ada pula yang di rumahkan.

Para pedagang juga mengeluh sepi, Jarang ada yang beli, Kadang juga tak ada pembeli.

Aktifitas lumpuh, Jalanan sepi, Pasar tradisional dan mall pun juga merasakan dampak dari virus ini.

Bagi para warga yang pas pasan dan yang tidak punya tabungan susah untuk bertahan di rumah saja.

Dana dari pemerintah tak kunjung datang di sebagian warga yang benar benar membutuhkan untuk bertahan hidup karena sudah tidak bisa bekerja kena phk.

Jalanan yang biasanya ramai di lewati mobil dan motor lalu lalang orang berjalan kaki, Kini sunyi sepi bak hati si jomblo yang mengharapkan seorang kekasih.

Lekas berlalu dan pergilah covid 19 dari bumi ini agar semua umat manusia hidup normal dan perekonomian dunia berputar kembali.


Monday, April 27, 2020

Serba Serbi Dunia Wirausaha





Serba serbi dunia wirausaha atau berdagang.

Di dalam dunia dagang ada orang yang murni baik berserah diri dan berdoa kepada tuhan yang maha esa dan ada pula mereka yang memilih jalan pintas memakai penglaris dan sebagainya.

Dan apa yang aku alami dulu tahun 2011 awal berdagang masih normal dan aku jalani hingga puncak larisnya penjualan di tahun 2014.

Aku berdagang di sertai berdoa dan pelayanan yang selalu ceria kepada semua orang, Hingga penjualan di waktu itu melonjak laris manis yang beli pun hingga antri.

Di saat rame ini lah aku di uji kesabaran ku, Jualan di toko ku turun drastis tidak ada yang beli, Dari selesai sholat subuh buka toko hingga malam hari jam 12 yang beli hanya satu dua orang saja.

Dan aku mulai bertanya tanya di dalam hati, Apa ada yang salah dengan jualan ku atau pelayanan ku?

Malam hari pun aku bangun dari tidur ku dan sholat tahajud berdoa kepada tuhan dan meminta petunjuk.

Dan benar ada orang yang iri tidak suka sama larisnya toko ku, Orang itu menanam berupa rajaan yang di bungkus kain kafan putih di depan toko ku agar orang yang mau beli ke toko ku tidak jadi dan toko ku tidak terlihat oleh orang yang lewat.

Aku serahkan semua kepada tuhan dan selalu berdoa, Bersholawat setiap saat dan setiap aktifitas ku.

Berharap cobaan ini lekas berlalu dan orang yang menganggu dagangan ku mendapatkan kesadaran dan hidayah.

Beberapa hari kemudian dagangan ku kembali normal ada yang beli dan laris.

Dunia wirausaha bukan hanya butuh modal dan kemauan tapi di sertai rasa percaya diri dan selalu berDoa kepada Tuhan yang maha esa.

Perempatan Terminal Tahun 1998

Ini cerita di masa lalu tahun 1998 di dunia antah berantah. Pada suatu malam yang ramai di perempatan jalan raya sebelah terminal...